Hari Pendidikan Nasional: Refleksi Kritis atas Arah dan Makna Pendidikan di Indonesia
Hari Pendidikan Nasional bukan sekadar peringatan seremonial tahunan, melainkan momentum reflektif untuk menilai kembali arah, kualitas, dan makna pendidikan di Indonesia. Di tengah berbagai capaian yang sering dipublikasikan, seperti peningkatan angka partisipasi sekolah atau pembangunan infrastruktur pendidikan, kita perlu bertanya lebih dalam: apakah pendidikan benar-benar telah membebaskan manusia, atau justru masih terjebak dalam rutinitas administratif dan formalitas belaka? Secara normatif, pendidikan dipahami sebagai proses memanusiakan manusia. Namun dalam praktiknya, sering kali pendidikan direduksi menjadi sekadar transfer pengetahuan dan pencapaian nilai akademik. Asumsi yang jarang diuji adalah bahwa keberhasilan pendidikan identik dengan angka-angka, nilai ujian, ranking, atau akreditasi. Padahal, seorang skeptis yang tajam akan mempertanyakan: apakah siswa yang mendapat nilai tinggi benar-benar memiliki kemampuan berpikir kritis, empati sosial, dan kesadaran moral?...